musyafir yang berteduh dalam fotomorgana
dalam sejuta asa yang terkebiri
kala lolongan anjing penjaga keburan
yang menaburkan aroma kematian
saat perjalanan untuk bersinggah
Lelah ku melangkah
Dalam lorong malam
Saat penantian tak kunjung tiba
Kuharap kini hadir fajar
Ku masih berharap terbang
Dalam dunia penuh impian
Sama saat aku mulai meminum
Seteguk melelehkan akan kecemasan
Lalu diajak untuk terbang
Menembus ruang yang telah lama memanjarakanku.
Aku tak mau seperti bunga mawar
Seiringnya waktu
Tak mempunyai hak akan kekuasaanya
Dan semua telah terlewati
Kini hanya kenangan akan hal ini
Bunga tak akan lagi mekar dalam ego
Dan semua kembali dalam kekosongan
Selamat Datang
Dunia
gila
janji
jilat
impian
terbunuhnya rasa
harapan yang sirna
sengaja kutulis judul dengan kecil karena semua Nampak samar.
Terselimutkan senyuman dibalik taring.